Jenis-Jenis Backlink: Dofollow vs Nofollow dan Kapan Masing-Masing...
SEO & Visibilitas GooglePenjelasan perbedaan backlink dofollow dan nofollow, kapan masing-masing penting untuk SEO, dan kenapa profil backlink yang sehat butuh keduanya.
Jenis-Jenis Backlink: Dofollow vs Nofollow dan Kapan Masing-Masing...
Banyak pemilik website mengejar backlink sebanyak mungkin tanpa memahami bahwa tidak semua backlink diperlakukan sama oleh Google. Atribut dofollow dan nofollow menentukan apakah sebuah link "mewariskan" otoritas dari website sumber ke website tujuan — dan memahami perbedaan ini penting agar strategi link building tidak salah arah.
Apa Itu Backlink Dofollow
Backlink dofollow adalah link standar tanpa atribut khusus yang memberi sinyal ke Google bahwa website sumber "merekomendasikan" website tujuan. Link jenis ini meneruskan sebagian otoritas (sering disebut "link juice") dari halaman sumber ke halaman tujuan, dan menjadi faktor yang membantu peningkatan ranking pencarian.
Apa Itu Backlink Nofollow
Backlink nofollow memiliki atribut rel="nofollow" di kode HTML-nya, yang memberi tahu mesin pencari untuk tidak meneruskan otoritas ke halaman tujuan. Link nofollow umum ditemukan di komentar blog, postingan media sosial, profil forum, dan konten bersponsor atau iklan — tempat di mana siapa saja bisa menambahkan link tanpa kurasi ketat dari pemilik website.
Varian Atribut Link Lainnya
Selain dofollow dan nofollow, Google mengenalkan dua atribut tambahan sejak 2019: rel="sponsored" untuk link yang merupakan bagian dari iklan atau kerja sama berbayar, dan rel="ugc" (User Generated Content) untuk link yang berasal dari konten buatan pengguna seperti komentar atau forum. Menggunakan atribut yang tepat membantu Google memahami konteks link dengan lebih akurat, dan secara tidak langsung melindungi website Anda dari dianggap melanggar pedoman link berbayar.
Kenapa Backlink Nofollow Tetap Berharga
Meski tidak meneruskan otoritas SEO secara langsung, backlink nofollow tetap memberikan manfaat nyata: mendatangkan traffic langsung dari pengunjung yang mengklik link tersebut, membangun brand awareness di platform yang link-nya berasal, dan menciptakan profil backlink yang terlihat natural di mata Google. Profil backlink yang 100% dofollow justru mencurigakan — pola alami biasanya merupakan campuran keduanya.
Rasio Ideal antara Dofollow dan Nofollow
Tidak ada angka pasti yang dipublikasikan Google, tetapi studi industri umumnya menunjukkan website dengan profil backlink yang sehat memiliki rasio sekitar 70-80% dofollow dan 20-30% nofollow — mencerminkan pola natural ketika website mendapat link dari berbagai sumber, termasuk media sosial dan komentar yang secara default nofollow.
Cara Mengecek Jenis Backlink Website Anda
Gunakan tools seperti Google Search Console (menu Links) untuk melihat domain yang menautkan ke website Anda, meski tidak selalu membedakan dofollow/nofollow secara eksplisit. Untuk analisis lebih detail, ekstensi browser seperti SEOquake atau MozBar bisa menunjukkan atribut link langsung saat membuka halaman yang menautkan ke website Anda.
Kesimpulan
Dofollow dan nofollow bukan soal mana yang "lebih baik" — keduanya punya peran berbeda dalam profil backlink yang sehat. Fokus pada mendapatkan link dari sumber yang relevan dan terpercaya, baik dofollow maupun nofollow, daripada mengejar dofollow semata yang justru bisa membuat profil backlink terlihat tidak natural di mata Google.
Produk Terkait
Lihat Semua ProdukSiap wujudkan website bisnis Anda?
Website profesional dengan mesin pemasaran yang siap dipakai, selesai cepat dalam 1-3 hari kerja. Sudah digunakan 100+ UMKM Indonesia, termasuk domain, hosting, dan admin panel sendiri.